Senin, 28 April 2014

SQL

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian SQL
Pengertian SQL merupakan kepanjangan dari Structured Query Language, yang berarti SQL adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk melakukan implementasi terhadap data yang disimpan pada sebuah basis data (database). Seperti halnya dalam pembuatan program aplikasi komputer, kita menggunakan bahasa pemrograman untuk membangunnya. Begitu juga untuk pembuatan database, digunakan bahasa SQL untuk membangun sebuah database.
Pengertian SQL terdiri dari sekumpulan perintah-perintah yang digunakan untuk mengakses data pada sebuah database relasional. Bisa dibilang SQL merupakan bahasa baku untuk sebuah Relational Database Management System (RDBMS) yang Saat ini hampir digunakan oleh semua server basis data yang mendukung bahasa SQL untuk melakukan manajemen datanya. Bahasa SQL telah diresmikan sebagai bahasa komputer yang mengikuti standar ANSI (American Nasional Standard Institute) sebagai bahasa dalam manajemen database relasional.

Sejarah SQL pertamakali dirancang pada tahun 1970 oleh peneliti dari IBM bernama EF Codd dengan artikelnya yang berisi tenteng pembahasan ide-ide ntuk pembuatan basis data relasional. Pada artikel tersebut juga membahas kemungkinan penggunaan bahasa standar untuk mengakses sebuah basis data untuk menjalankan fungsi database. Lalu tercetus SEQUEL (Structured English Query Language)sebagai nama bahasa relasional database tersebut.

Setelah terbitnya artikel tersebut, lalu IBM mengambil alih proyek untuk pembuatan basis data relasional yang berbasis pada penggunaan bahasa SEQUEL. Kemudian setelah permasalahan hukum karena penggunaan nama SEQUEL, lalu dirubah menjadi SQL. Kepopuleran SQL semakin diperkuat dengan dibangunnya sebuah server basis data dari perusahaan besar Oracle. yang melambungkan SQL sebagai bahasa dalam menejemen basis data. Yang kenudian diikuti dengan database server terkemuka seperti Database MySQL yang banyak digunakan sampai saat ini.
Beberapa Fungsinya Perintah SQL
1. Query
Perintah yang digunakan untuk menampilkan data dari database,. perintah yang digunakan adalahSELECT.

2. DML (Data Manipulation Language)
Perintah yang digunakan untuk manipulasi data seperti menambah, mengedit, menghapus data. Perintah yang digunakan INSERTDELETEUPDATEMERGE

3. DDL (Data Definition Language)
Perintah yang digunakan untuk mendefiniskan struktur Objek database seperti membuat tabel, mengubah struktur tabel, menghapus tabel. Perintah yang digunakan CREATEALTERDROPTRUNCATE, RENAME

4. DCL (Data Control Language)
Perintah yang digunakan untuk mengatur perijinan akses terhadap database. Perintah yang digunakan GRANTREVOKE

5. TCL (Transaction Control Language)
Perintah yang digunakan untuk menentukan suatu transaksi diterapkan secara permanen atau dibatalkan. Perintah yang digunakan COMMITROLLBACKSAVEPOINT.

Aturan Penulisan Perintah SQL

  1. Perintah dapat ditulis dalam huruf besar maupun kecil.
  2. Setiap perintah diakhiri dengan tanda titik koma “ ; “
  3. Perintah dapat ditulis satu atau beberapa baris untuk memberikan komentar pada perintah SQL. Gunakan tanda minus “ - - “ untuk  komentar 1 baris, atau di antara tanda “ \* “ dan “ *\ “ untuk komentar beberapa baris. 

B.     Perintah-Perintah SQL
Pengertian SQL adalah bahasa yang digunakan untuk mengakses basis data relasional yang terdiri dari perintah-perintah. Perintah SQL (query) inilah yang menjalankan fungsi seperti mengambil data dari database, menambahkan data ke database, menghapus data di dalam database, dan mengubah data di dalam database.

Perintah SQL dibagi menjadi 3 yaitu :
1. DDL (Data Definition Language)
DDL adalah perintah SQL yang melakukan pendefinisian terhadap sebuah struktur database, yang meliputi struktur database dan table. Perintah SQL pada DDL termasuk seperti berikut :

CREATE
ALTER
RENAME
DROP
2. DML (Data Manipulation Language)
DML merupakan perintah SQL yang berhubungan pada perilaku manipulasi atau pengolahan data atau record yang ada dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam DML antara lain :

SELECT
INSERT
UPDATE
DELETE
3. DCL (Data Control Language)
DCL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pengaturan hak akses user, baik terhadap server, database, table maupun field. Perintah SQL yang termasuk dalam DCL antara lain :

GRANT
REVOKE
Setiap perintah SQL tersebut dapat digunakan pada pernyataan perintah SQL dengan menggambungkan klausa-klausa lain untuk menghasilkan data secara spesifik yang dibutuhkan oleh user.

C.    Contoh perintah SQL
1.      Create Database
Digunakan untuk membuat database baru.
Syntax dasar:
CREATE DATABASE database_nama
Contoh:
CREATE DATABASE databaseku
2.      Create Table
Digunakan untuk membuat tabel data baru dalam sebuah database.
Syntax dasar:
CREATE TABLE
(
Column_name1 table_nama data_type
Column_name2 table_nama data_type
Column_name3 table_nama data_type
)
Contoh:
CREATE TABLE bukutamu
(
Id int,
Nama varchar (255),
Email varchar(50),
Kota varchar(255)

3.      Select
Digunakan untuk memilih data dari table database.
Syntax dasar:
SELECT column_name(s)
FROM table_name
Atau
SELECT * FROM table_name
Contoh 1:
SELECT nama,email FROM bukutamu
Contoh 2:
SELECT * FROM bukutamu

4.      INSERT
Berfungsi untuk menambah informasi/data baru kedalam tabel. Sintak dasarnya seperti berikut :  
INSERT INTO namatabel (kolom) VALUES (value); Contoh :
INSERT INTO siswa (nis,nama,kelas) VALUES (‘103099981’,’AIDA AGUSTINA’,’3C’); atau
INSERT INTO siswa VALUES (‘103099981’,’AIDA AGUSTINA’,’3C’);
5.      Perintah DELETE
 Berfungsi untuk menghapus informasi/data pada tabel. Sintaknya sebagai berikut :
 DELETE FROM namatabel WHERE keriteria;
Contoh : DELETE FROM siswa WHERE nama = ‘AIDA AGUSTINA’;
Keterangan : Menghapus data siswa yang memiliki nama “AIDA AGUSTINA”
6.       UPDATE
 Berfungsi untuk memperbaiki informasi/data pada tabel. Sintaknya sebagai berikut:
 UPDATE namatabel SET namakolom=value WHERE keriteria;
Contoh : UPDATE siswa SET nama=’HERDI’ WHERE nis=’10309965’;
Keterangan : Mengganti nama menjadi “HERDI” untuk siswa yang mempunyaI nis “10309965”
Perintah SQL Lainnya
1.      Membuat Database, yaitu :
            CREATE DATABASE namadatabase:
·         Contoh : create database sekolah;
·         Keterangan : Membuat dabase baru dengan nama sekolah
2.      Menghapus Database, yaitu :
 DROP DATABASE namadatabase:
·         Contoh : drop database sekolah;
·         Keterangan : Menghapus database sekolah
3.      Membuat Tabel, yaitu :
CREATE TABLE namatabel (namakolom typekolom(size), namakolom typekolom(size),…);

·         Contoh : create table siswa (nis varchar(15), nama varchar(35), kelas int(3));
·         Keterangan : Membuat tabel baru dengan nama siswa yang terdiri dari 3 fields/kolom. Kolom nis bertype string, kolom nama bertype string dan kelas bertype integer.
4.       Mengapus Tabel, yaitu :
 DROP TABLE namatabel:
·         Contoh : drop table siswa;
·         Keterangan : Menghapus tabel siswa
5.      Mengganti Nama Tabel, yaitu :
RENAME namtabelyangdiganti TO namatabelbaru;

·         Contoh : rename siswa to mahasiswa;
·         Keterangan : Mengubah tabel siswa menjadi mahasiswa
6.      Menambah Kolom/Field, yaitu :

7.      Mengganti Nama Kolom/Field, yaitu :
ALTER TABLE namatabel CHANGE nama kolom yangdiganti nama kolom baru typekolom(size):


·         Contoh : alter table siswa change alamat alamat_rumah varchar(50);
·         Keterangan : Mengubah kolom alamat menjadi alamat_rumah bertype string dengan panjang 50 karakter. 
8.      Menghapus Kolom/Field, yaitu :
 ALTER TABLE namatabel DROP namakolom;
·         Contoh : alter table siswa drop alamat_rumah;
·         Keterangan : Menghapus Kolom alamat_rumah dari tabel siswa.


belajar

Judul               : Belajar
Nama               : Diana Astari
NIM                : 1110318200063
Tujuan Pembahasan
1.      Mengetahui lebih mendalam tentang pengertian belajar.
2.      Mengetahui seberapa penting himbauan belajar yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadits.
3.      Menumbuhkan kembali semangat belajar pada pembaca.
A.    Latar Belakang
Belajar sebagai karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk lain, merupakan aktifitas yang dilakukan sepanjang hayat manusia, bahkan tiada hari tanpa belajar. Salah satu ciri dari aktifitas belajar menurut para ahli pendidikan  dan psikologi adalah adanya perubahan tingkah laku biasanya berupa penguasaan terhadap ilmu pengetahuan yang baru dipelajarinya, atau penguasan terhadap keterampilan dan perubahan yang berupa sikap. Hingga saat ini mungkin masih banyak yang mengartikan bahwa belajar hanya bagi mereka para siswa/siswi atau mahasiswa yang sedang menuntut ilmu saja, banyak orang yang tidak menyadari bahwa setiap aktifitas yang dilakukannya adalah merupakan sebuah proses dalam belajar, dimana ketika seseorang melakukan kesalahan dan ia berusaha untuk tidak mengulangi kesalahannya tersebut dimasa yang akan datang disitulah seseorang yang telah mengambil pelajaran dan merupakan belajar dari sebuah kesalahan untuk menjadi yang lebih baik lagi.
Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.

B.     Pengertian Belajar
Menurut kamus Besar BBahasa Indonesia belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Kata Belajar dalam bahasa inggris yaitu study atau learn, menurut cronback berpendapat bahwa learning is shown by change in behavior as a rsult of experience, “belajar adalah sebagai aktivitas yang ditunjukan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.”[1]
Belajar adalah sebuah proses perubahan didalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkahlaku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir dan kemampuan-kemampuan yang lain. Dalam konteks pendidikan hampir semua aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas belajar. Belajar yang sukses selalu diikuti oleh kemajuan tertentu yang terbentuk dari pola pikir dan perbuatan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa aktivitas belajar ialah untuk memperoleh kesuksesan dalam mengembangkan potensi-potensi seseorang. Beberapa aspek psikologi aktivitas belajar itu misalnya : motivasi, penguasaan keterampilan dan ilmu pengetahuan, pengembangan kejiwaan dan seterusnya. Menurut Bagge belajar adalah suatu perubahan tingkah laku dengan serangkaian aktivitas misalnya : membaca, menulis, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.[2]

C.     Pengertian Belajar Menurut Para Tokoh
1.      Winkel
Menurut winkel pengertian belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan pengetahua, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap.[3]
2.      Suryabrata, S.
Didalam bukunya suryabrata mengemukakan bahwa siswa mengalami sendiri proes dari tidak tahu menjadi tahu, karena itu belajar yang terbaik adalah dengan mengalami dan mempergunakan pancaindera.[4]
3.      Moh. Surya (1981:32), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.[5]

D.    Belajar dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits
Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai berikut :
   خَلَق  الَّذِيأْ رَبِّكَ  بِاسْمِ اقْر .1
           عَلَقٍ مِنْ الْإِنْسَانَ  خَلَقَ.2
 الْأَكْرَمُ  وَرَبُّكَ  اقْرَأْ .3
                                                                                                                                                  بِالْقَلَمِ عَلَّمَ  الَّذِي .4
 لَمْ يَعْلَمْ   نَمَا  الْإِنْسَا  عَلَّمَ  .5
Bacalah dengan (menyebut ) nama Tuhanmu yang menciptakan (1), Dia telah menciptakan manusia  dari segumpal darah (2), Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah (3), yang mengajarkan manusia dengan perantara kalam (4), Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya(5).”
Dalam Q.S Al-‘Alaq ini menjelaskan bahwa kata اِقْرَأْ (iqra’)terambil dari kata قَرَأَ (qara’a) yang pada umumnya berarti menghimpun. Kata iqra’ digunakan dalam arti membaca, menelaah, menyampaikan, dan sebagainya. Ayat diatas juga menyatakan bacalah wahyu-wahyu illahi yang sebentar lagi akan banyak engkau terima, dan baca juga alam dan masyarakatmu. Bacalah agar engkau membekali dirimu dengan kekuatan pengetahuan. Bacalah semua itu tetapi dengan syarat selalu menyebut nama Allah swt. Kemudian dalam kata رَبِّكَ , menjelaskan bahwa guru yang paling utama adalah Allah swt, dan pada ayat ketiga menjelaskan bahwa ada dua cara yang ditempuh Allah SWT dalam mengajar manusia. Pertama, melalui pena (tulisan) yang harus dibaca oleh manusia, dan yang kedua melalui pengajaran secara langsung tanpa alat atau yang dikenal ilmu laduni (tidak melalui proses yang banyak/ bisa melalui ilham atau hidayah).
Hadits tentang Belajar[6]
Dalam  ayat surat  Al-‘Alaq ini berlaku kepada semua manusia  dan lebih khusus kaum muslimin agar senantiasa rajin membaca , menela’ah dan meneliti( kritis)  terhadap segala sesuatu  baik yang sudah diketahui atau pun belum diketahui, oleh karena itu konteks ayat ini diawali dalam bentuk amr ( perintah aktif) secara berulang-ulang yang  maksudnya adalah bahwa dalam  urusan belajar untuk lebih aktif dan proaktif. Hal ini senada dengan hadist Rasulullah Sallalahu ‘alaihi wasallam:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
menuntu ilmu itu wajib bagi setiap muslim”
bahkan dalam redaksi lain Rasulullah sallalahu’alaihi wasallam bersabda:
أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى الَّلحْدِ
 “Tuntutlah ilmu dari buwayan hingga liang lahad”
E.     Gambar mengenai Belajar
Belajar desain otodidak
F.      Aplikasi teori belajar kognitif terhadap pembelajaran Al-qur’an dan hukum tajwid.
1.      A (afektif) siswa mampu membiasakan diri untuk selalu mempelajari dan membaca Al-qur’an pada waktu tertentu.
2.      C (kognitif) Seletah siswa banyak mempelajari Al-qur’an dan hukum-hukum tajwidnya, siswa mampu lebih mengenali nama dan cara membaca Al-Qur’an yang sesuai dengan hukum tajwid yang telah dipelajari.
3.      P (psikomotorik) siswa mampu menerapkan hukum-hukum tajwid yang telah dipelajari ketika membaca Al-Qur’an.




[1] Syaiful Bahri Djamarah, psikologi belajar, ( Jakarta : Rineka Cipta, 2008) hlm.13
[2] Zainudin, konsep belajar menurut pandangan islam, diakses dari zainudin.blogspot.com.13/10/2014.
[3] W.S winkel, psikologi pendidikan dan evaluasi belajar, (jakarta : Gramedia, 1997)
[4] S. Suryabrata , psikologi pendidikan, (Jakarta : PT. Raja Grafindo persada 1998)
[5] Haryanto, pengertian belajar menurut para ahli, diakses dari http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/. (25-04-14. Pkl. 15:08).
[6] Makalah Al-Qur’an dan Hadits kelompok 3 hlm.4-5.