Judul : Belajar
Nama
: Diana Astari
NIM : 1110318200063
Tujuan
Pembahasan
1.
Mengetahui
lebih mendalam tentang pengertian belajar.
2.
Mengetahui
seberapa penting himbauan belajar yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadits.
3.
Menumbuhkan kembali
semangat belajar pada pembaca.
A.
Latar Belakang
Belajar sebagai karakteristik yang
membedakan manusia dengan makhluk lain, merupakan aktifitas yang dilakukan
sepanjang hayat manusia, bahkan tiada hari tanpa belajar. Salah satu ciri dari
aktifitas belajar menurut para ahli pendidikan
dan psikologi adalah adanya perubahan tingkah laku biasanya berupa
penguasaan terhadap ilmu pengetahuan yang baru dipelajarinya, atau penguasan
terhadap keterampilan dan perubahan yang berupa sikap. Hingga saat ini mungkin
masih banyak yang mengartikan bahwa belajar hanya bagi mereka para siswa/siswi
atau mahasiswa yang sedang menuntut ilmu saja, banyak orang yang tidak
menyadari bahwa setiap aktifitas yang dilakukannya adalah merupakan sebuah
proses dalam belajar, dimana ketika seseorang melakukan kesalahan dan ia
berusaha untuk tidak mengulangi kesalahannya tersebut dimasa yang akan datang
disitulah seseorang yang telah mengambil pelajaran dan merupakan belajar dari
sebuah kesalahan untuk menjadi yang lebih baik lagi.
Proses belajar itu terjadi karena
adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu,
belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.
B.
Pengertian
Belajar
Menurut kamus Besar BBahasa Indonesia
belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Kata Belajar dalam
bahasa inggris yaitu study atau learn, menurut cronback berpendapat bahwa learning
is shown by change in behavior as a rsult of experience, “belajar adalah
sebagai aktivitas yang ditunjukan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil
dari pengalaman.”[1]
Belajar adalah sebuah proses
perubahan didalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakan dalam
bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkahlaku seperti peningkatan
kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir
dan kemampuan-kemampuan yang lain. Dalam konteks pendidikan hampir semua
aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas belajar. Belajar yang sukses selalu
diikuti oleh kemajuan tertentu yang terbentuk dari pola pikir dan perbuatan.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa aktivitas belajar ialah untuk memperoleh
kesuksesan dalam mengembangkan potensi-potensi seseorang. Beberapa aspek
psikologi aktivitas belajar itu misalnya : motivasi, penguasaan keterampilan
dan ilmu pengetahuan, pengembangan kejiwaan dan seterusnya. Menurut Bagge
belajar adalah suatu perubahan tingkah laku dengan serangkaian aktivitas
misalnya : membaca, menulis, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain
sebagainya.[2]
C.
Pengertian
Belajar Menurut Para Tokoh
1.
Winkel
Menurut
winkel pengertian belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung
dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan
pengetahua, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap.[3]
2.
Suryabrata, S.
Didalam
bukunya suryabrata mengemukakan bahwa siswa mengalami sendiri proes dari tidak
tahu menjadi tahu, karena itu belajar yang terbaik adalah dengan mengalami dan
mempergunakan pancaindera.[4]
3.
Moh. Surya (1981:32), definisi
belajar
adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu
itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil
dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan
dari diri seseorang.[5]
D.
Belajar dalam
Perspektif Al-Qur’an dan Hadits
Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai berikut :
خَلَق الَّذِيأْ رَبِّكَ بِاسْمِ اقْر .1
عَلَقٍ مِنْ الْإِنْسَانَ خَلَقَ.2
الْأَكْرَمُ وَرَبُّكَ اقْرَأْ .3
بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الَّذِي .4
لَمْ يَعْلَمْ نَمَا الْإِنْسَا عَلَّمَ .5
“Bacalah dengan
(menyebut ) nama Tuhanmu yang menciptakan (1), Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2), Bacalah, dan
Tuhanmulah yang Maha pemurah (3), yang mengajarkan manusia dengan perantara
kalam (4), Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya(5).”
Dalam Q.S
Al-‘Alaq ini menjelaskan
bahwa kata اِقْرَأْ (iqra’)terambil dari
kata قَرَأَ (qara’a) yang pada umumnya berarti
menghimpun. Kata iqra’ digunakan dalam arti membaca, menelaah, menyampaikan,
dan sebagainya. Ayat diatas juga menyatakan bacalah wahyu-wahyu illahi yang
sebentar lagi akan banyak engkau terima, dan baca juga alam dan masyarakatmu.
Bacalah agar engkau membekali dirimu dengan kekuatan pengetahuan. Bacalah semua
itu tetapi dengan syarat selalu menyebut nama Allah swt. Kemudian dalam kata رَبِّكَ , menjelaskan
bahwa guru yang paling utama adalah Allah swt, dan pada ayat ketiga menjelaskan
bahwa ada dua cara yang ditempuh Allah SWT dalam mengajar manusia. Pertama,
melalui pena (tulisan) yang harus dibaca oleh manusia, dan yang kedua melalui
pengajaran secara langsung tanpa alat atau yang dikenal ilmu laduni (tidak
melalui proses yang banyak/ bisa melalui ilham atau hidayah).
Hadits tentang
Belajar[6]
Dalam ayat surat
Al-‘Alaq ini berlaku kepada semua manusia dan lebih khusus kaum
muslimin agar senantiasa rajin membaca , menela’ah dan meneliti( kritis)
terhadap segala sesuatu baik yang sudah diketahui atau pun belum
diketahui, oleh karena itu konteks ayat ini diawali dalam bentuk amr ( perintah
aktif) secara berulang-ulang yang maksudnya adalah bahwa dalam urusan belajar untuk lebih aktif dan proaktif.
Hal ini senada dengan hadist Rasulullah Sallalahu ‘alaihi wasallam:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
” menuntu ilmu itu wajib bagi setiap muslim”
bahkan dalam redaksi lain Rasulullah sallalahu’alaihi wasallam
bersabda:
أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى الَّلحْدِ
“Tuntutlah ilmu dari buwayan
hingga liang lahad”
E.
Gambar mengenai
Belajar
Belajar desain otodidak
F.
Aplikasi teori
belajar kognitif terhadap pembelajaran Al-qur’an dan hukum tajwid.
1.
A (afektif) siswa
mampu membiasakan diri untuk selalu mempelajari dan membaca Al-qur’an
pada waktu tertentu.
2.
C (kognitif)
Seletah siswa banyak mempelajari Al-qur’an dan hukum-hukum tajwidnya, siswa
mampu lebih mengenali nama dan cara membaca Al-Qur’an yang sesuai dengan
hukum tajwid yang telah dipelajari.
3.
P
(psikomotorik) siswa mampu menerapkan hukum-hukum tajwid yang telah
dipelajari ketika membaca Al-Qur’an.
[1]
Syaiful Bahri Djamarah, psikologi belajar, ( Jakarta : Rineka Cipta,
2008) hlm.13
[2] Zainudin,
konsep belajar menurut pandangan islam, diakses dari
zainudin.blogspot.com.13/10/2014.
[3] W.S
winkel, psikologi pendidikan dan evaluasi belajar, (jakarta : Gramedia,
1997)
[4] S.
Suryabrata , psikologi pendidikan, (Jakarta : PT. Raja Grafindo persada
1998)
[5]
Haryanto, pengertian belajar menurut para ahli, diakses dari http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/.
(25-04-14. Pkl. 15:08).
[6] Makalah
Al-Qur’an dan Hadits kelompok 3 hlm.4-5.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar