“Belajar
aktif”, mendengar kata tersebut pasti akan terbayang dalam fikiran kita bahwa
belajar aktif adalah identik dengan segala macam kegiatan-kegiata yang
dilakukan oleh siswa atau mahasiswa dalam sebuah ruang kelas, tapi saya
menemukan arti belajar aktif yang sebenarnya dalam sebuah buku berjudul “Desain
dan Implementasi Kurikulum” yang di tulis oleh dosen saya yakni Bapak Dra.
Ahmad Baedowi, M.Ed. beliau adalah dosen mata kuliah Kurikulum, saya akui cara
mengajar beliau sangat berbeda dengan dosen-dosen yang laini dan disenangi oleh
banyak mahasiswa. Dalam bukunya ini beliau menuliskan arti dan cara beliau
dalam mengajar “Belajar Aktif”.
Dalam bukunya
tersebut Pak Baedowi menuliskan bahwa ”belajar
aktif bukan hanya seperangkat kegiatan. Ia lebih merupakan suatu sikap yang
mesti diambil baik oleh mahasiswa, dosen maupun perguruan tinggi untuk
menjadikan pembelajaran efektif.” Jadi belajar aktif itu bukan hanya kegiatan
tapi bagaimana seorang mahasiswa agar secara efektif mengambil sikap ketika
proses pembelajaran berlangsung dan dosen berperan sebagai fasilitator ,
instruktur atau pengarah untuk berbagai aktivitas pembelajaran mahasiswa. Dosen
tidak hanya sekedar memberikan materi, penjelasan dan penceramah di depan para
mahasiswa, dan juga agar mahasiswa tidak hanya sekedar menjadi mendengar setia.
Di katakan bahwa “tujuan belajar aktif adalah
untuk menstimulasi kebiasaan berpikir seumur hidup dan menstimulasi
mahamahasiswa berpikir tentang “bagaimana” ataupun “apa” yang sedang
dipelajari, serta meningkatkan tanggung jawab mahasiswa untuk pendidikannya
sendiri”. Dalam belajar aktif ini mahasiswa diharapkan agar mampu berfikir
kritis, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berani mengeluarkan pendapat
serta bertanggungjawab untuk masa depannya. Untuk mewujudkan belajar aktif yang
telah memiliki tujuan tersebut tertera cara-cara yang efektif dalam buku
“Desain dan Implementasi Kurikulum” ini, selain dengan kurikulum yang telah
ditetapkan oleh sebuah perguruan tinggi, dosen dianjurkan mendesain kuriklum
dan menimplementasikan cara belajar aktif yang tepat untuk para mahasiswanya. Ada
beberapa cara atau teknik untuk mewujudkan proses belajar aktif dan cara
melibatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran aktif tersebut yang telah di
tulis oleh Bapak Baedowi, yaitu yang pertama dengan cara Mini-lektur, suatu
cara menyampaikan secara ringkas sebuah informasi penting, ilmu pengetahuan
baru dan contoh-contoh yang membangun motivasi keilmuan dengan waktu
penyampaian materi yang tidak lama sekitar 10-15 menit saja. Cara kedua yang
bisa dilakukan oleh dosen yaitu jedah klarifikasi, dimana waktu dosen
berkeliling kelas sementara mahasiswa mereview catatannya dan waktu dosen
berkeliling ini akan dimanfaatkan oleh mahasiswa yang memiliki sifat pemalu
untuk menanyakan materi yang belum ia pahami secara tidak formal ketika dosen
menghampirinya. Selanjutnya, teknik diskusi berpasangan yakni, dimana dosen
memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi dengan teman sebangkunya
atau dengan pasangan yang telah ditentukan oleh dosen, dengan cara ini
mahasiswa akan menghilangkan rasa enggannya dalam berpendapat tentang suatu
topik pelajaran yang telah diberikan dosen. Hasil diskusi tersebut kemudian
disampaikan kepada seluruh kelas dan sistem berpasangan ini memperlihatkan
hasil yang dicapai untuk nilai tengah semester lebih tinggi 10 poin – dengan
rentang nilai hingga 100 – dibandingkan
dengan ulangan individual. Teknik atau cara berikutnya yaitu laporan
satu menit, teknik ini pernah saya rasakan dikelas yang diterapkan tentunya
oleh Bapak Baedowi, yaitu mahasiswa dikelas di bagi menjadi dua bagian, bagian
mahasiswa sebelah kanan diabjurkan untuk membuat jawaban mengenai topik
pelajaran yang telah ditentukan, dan mahasiswa sebelah kiri dianjuekan membuar
pertanyaannya, lalu pertanyaan dibacakan satu persatu dan dicari jawabab yang
tepat dari mahasiswa bagian kanan tersebut. Menurut saya teknik ini sangat
menyenangkan dan mahasiswa pun lebih mudah memahami dan mencerna pelajaran. Di
samping teknik ini juga dosen bisa menerapkan teknik kegiatan menulis bebas
dari suatu topik pelajaran yang telah ditentukan, teknik ini memberi peluang
kepada mahasiswa untuk berfikir dan memproses informasi. Setelah itu, dosen
juga bisa menerapkan teknik curah gagasan, sebuah teknik sederhana yang dapat
melibatkan seisi kelas dalam suatu diskusi. Dosen mengemukakan suatu topik atau
permasalahan tertentu, kemudian meminta agar mahasiswa memberikan maukan dari
masalah tersbut dan menuliskannya di papan tulis. Kemudian ada teknik permainan
(game), menurut Pak Baedowi teknik ini yaitu permainan yang terkait dengan
pelajaran, dapat diperkenalkan di dalam (indoor) atau di luar (outdoor) kelas
untuk membantu pembelajaran aktif dan meningkatkan partisipasi mahamahasiswa. Teknik
ini dapat dilanjutkan dengan konsep bermain peran. Masih ada 3 teknik lagi yang
dikemukakan pak Baedowi dalam bukunya yaitu siklus belajar, simulasi dan studi
kasus.
Teknik-teknik
belajar aktif yang di tulis Bapak Baedowi ini, menurut saya sangat baik jika di
terapkan oleh semua dosen, bukan hanya dosen mungkin guru-guru disekolah juga
bisa menerapkan itu semua yang disesuaikan dengan tingkat sekolah, mendesain
kurikulum dan cara belajar yang aktif agar semua anak-anak didik Indonesia
mampu berfikir kritis, mendorong mereka untuk terampil, kreatif dan aktif di
dalam maupun diluar kelas sekolah untuk bekal di masa depan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar